Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

PENGARUH PENGERINGAN ALAMI TERHADAP KADAR PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA JERAMI PADI Oriza sativa -Lanjutan

01/07/2026 11:42:05 Admin Satker 32

Paparan sinar matahari selama pengeringan juga berperan penting dalam mempercepat fotodegradasi pestisida organoklorin. Assalin et al. (2016) menjelaskan bahwa radiasi ultraviolet dapat memicu reaksi fotokimia yang menyebabkan peruraian struktur senyawa pestisida, terutama pada permukaan bahan pertanian pascapanen. Selain itu, kondisi suhu tinggi, intensitas cahaya matahari yang kuat, dan kelembapan udara yang relatif rendah selama proses pengeringan diketahui mempercepat degradasi abiotik pestisida di lingkungan terbuka (Alexander, 1999; Katagi, 2004). Kondisi lingkungan terkait suhu, kelembapan dan instensitas udara selama penelitian cukup seragam seperti terlihat pada table 2 berikut ini.

Hasil pengamatan suhu udara, intensitas cahaya, dan kelembapan udara

No

Perlakuan Hari ke-

Pagi

Siang

Sore

T

I

RH

T

I

RH

T

I

RH

1

P0

Tidak dilakukan pengukuran

2

P1

28.6

41160

82.6

46.4

207900

49.3

31.9

39750

78.1

3

P2

29.7

41430

77.6

46.7

208400

48.9

32.4

40160

77.8

4

P3

29.7

42290

77.6

46.8

209800

48.7

31.6

40330

77.5

Rata-rata

29.3

41627

79.3

46.6

208700

49.0

32.0

40080

77.8

                       

       Keterangan: T: Suhu (oC), I: Intensitas cahaya (Lux), RH: Kelembapan (%)

 Perbedaan laju penurunan residu antar senyawa pestisida menunjukkan pengaruh sifat fisikokimia masing-masing bahan aktif. Endosulfan menunjukkan penurunan paling cepat hingga tidak terdeteksi pada durasi pengeringan menengah, yang sejalan dengan sifatnya yang semi-volatil dan relatif kurang persisten dibandingkan pestisida organoklorin lain (ATSDR, 2016). Sebaliknya, DDT dan aldrin yang dikenal bersifat sangat persisten dan lipofilik memerlukan durasi pengeringan lebih lama untuk mencapai kadar residu yang sangat rendah atau tidak terdeteksi (ATSDR, 2022). Fenner et al. (2013) menyatakan bahwa senyawa pestisida dengan tekanan uap rendah dan struktur kimia stabil cenderung lebih resisten terhadap degradasi lingkungan.

Tren penurunan kadar pestisida organoklorin pada setiap bahan aktif disajikan pada gambar 1 berikut ini

Gambar 1. Grafik penurunan kadar pestisida organoklorin per bahan aktif berdasarkan perlakuan penelitian.

 

Dari perspektif keamanan pakan ternak, hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan. Pestisida organoklorin diketahui bersifat bioakumulatif dan berpotensi terjadinya akumulasi dalam jaringan lemak ternak serta dipindahkan ke dalam produk hewani seperti daging dan susu (Turusov et al., 2002; FAO & WHO, 2019). Oleh karena itu, penurunan residu pestisida pada jerami padi melalui pengeringan alami berpotensi menekan risiko kontaminasi rantai pangan. Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi bahwa pengeringan jerami padi secara alami tidak hanya berfungsi sebagai metode pengawetan bahan pakan, tetapi juga sebagai langkah mitigasi risiko residu pestisida yang aplikatif, murah, dan mudah diterapkan oleh peternak.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengeringan alami jerami padi sebagai pendekatan pascapanen yang berperan ganda, yaitu meningkatkan kualitas fisik pakan (melalui penurunan kadar air dan peningkatan bahan kering) sekaligus menurunkan residu pestisida organoklorin yang berisiko terhadap kesehatan ternak dan keamanan pakan/pangan. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya berfokus pada residu pestisida komoditas pangan utama atau menggunakan perlakuan laboratorium yang kompleks, penelitian ini menghadirkan bukti eksperimental berbasis kondisi lapangan dengan metode yang sederhana dan mudah direplikasi. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penguatan antara aspek keamanan pakan ternak, praktik pengelolaan pascapanen di tingkat petani, dan upaya mitigasi kontaminan kimia dalam sistem produksi pangan berkelanjutan. Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pengembangan pedoman pengolahan jerami padi yang lebih aman serta dasar bagi penelitian lanjutan terkait dinamika residu pestisida pada bahan pakan di lingkungan tropis.

Beberapa keterbatasan penelitian yang perlu diakui agar interpretasi hasil tetap proporsional. Pertama, percobaan dilakukan dalam rentang musim tertentu di bawah kondisi dominan tropis kering. Intensitas radiasi matahari, suhu lingkungan, dan kelembapan relatif diketahui berfluktuasi antar musim, yang berpotensi memengaruhi efisiensi fotolisis dan laju volatilisasi.

Kedua, penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik spike untuk menyeragamkan konsentrasi awal pestisida dan memungkinkan pemodelan secara terkontrol. Pendekatan ini sengaja diterapkan untuk menjamin homogenitas antar perlakuan. Dengan meminimalkan variasi konsentrasi awal, metode spiking memungkinkan perbandingan yang lebih kuat antar durasi paparan serta memperkuat validitas internal eksperimen. Namun demikian, residu yang baru hasil spiking belum tentu sepenuhnya merepresentasikan perilaku fisikokimia residu lingkungan yang telah mengalami proses penuaan akibat interaksi jangka panjang dengan matriks lignoselulosa tanaman. Pada jerami yang terkontaminasi secara alami, molekul pestisida dapat teradsorpsi lebih kuat atau terperangkap sebagian dalam jaringan tanaman, sehingga berpotensi menurunkan kerentanannya terhadap fotodegradasi maupun volatilisasi.

Dengan demikian, laju degradasi yang diperoleh dalam penelitian ini ditafsirkan sebagai gambaran kapasitas degradasi potensial pestisida organoklorin pada kondisi pengeringan alami di bawah sinar matahari yang terkontrol, bukan sebagai laju disipasi lingkungan absolut pada kondisi lapangan sebenarnya.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengeringan jerami padi secara alami berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap penurunan kadar residu pestisida organoklorin pada semua bahan aktif yaitu: Aldrin, DDT, Endosulfan, Endrin, Heptachlor. Lama pengeringan selama 18 jam (P3) memberikan efektivitas penurunan residu tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya (P0, P1, dan P2).

Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi kepada peternak untuk melakukan pengeringan jerami padi secara alami dengan memanfaatkan sinar matahari minimal selama 3 (tiga) hari dengan waktu pengeringan efektif 18 (delapan belas) jam sebelum digunakan sebagai pakan ternak agar risiko paparan residu pestisida organoklorin dapat diminimalkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Alexander, M. (1999). Biodegradation and bioremediation. Academic Press.

Assalin, M., R., Ferracini, V. L., Queiroz, S. C., Jonsson, C. M., Clemente, Z., & Silva. (2016). Photocatalytic degradation of an organophosphorus pesticide from agricultural waste by immobilized TiO2 under solar radiation. Ambiente & Água-an Interdisciplinary Journal of Applied Science ISSN 1980-993X. https://www.ambi-agua.net/seer/index.php/ambi-agua/article/view/1824.

ASTM D 4327-03, Standard Test Method for Anions in Water by Chemically Suppressed Ion Chromatography, ASTM International, W est Conshohocken, PA, 2003, www.astm.org

ATSDR. (2016). Toxicological profile for endosulfan. U.S. Department of Health and Human Services.

ATSDR. (2022). Toxicological profile for DDT, DDE, and DDD. U.S. Department of Health and Human Services.

FAO & WHO. (2019). Pesticide residues in food. FAO/WHO Joint Meeting on Pesticide Residues.

Fenner, K., Canonica, S., Wackett, L. P., & Elsner, M. (2013). Evaluating pesticiddegradation in the environment. Science, 341, 752–758.

Katagi, Toshiyuki. (2004). Photodegradation of Pesticides on Plant and Soil Surfaces. Reviews of environmental contamination and toxicology. 182. 1-189. 10.1007/978-1-4419-9098-3_1

Lestari, S., Zunarto, S., & Muladi, A. P., (2015). Validasi Metode QuEChERS Untuk Menganalisis Residu Pestisida Organoklorin dalam Daging Sapi Menggunakan Alat Gas Chromatography-Mass Spectrophotometer (GCMS). Wates: Buletin Laboratorium Veteriner, Vol. 15 Nomer 3 Tahun 2015 Edisi Juli-September.

Mujumdar, A. S. (2014). Handbook of industrial drying. CRC Press.

Racke, K. D. (1993). Environmental fate of organochlorine pesticides. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 41, 128–135.

Tańska, M., Rotkiewicz, D., & Konopka, I. (2016). The effect of drying method on the physical properties of agricultural materials. Journal of Food Engineering, 168, 25–34. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2015.07.012

Turusov, V., et al. (2002). Environmental Health Perspectives, 110, 125–128.